Selasa, 20 Februari 2018

Festival Musik Paling Memuaskan

Untuk pertama kalinya saya hadir ke sebuah festival yang di dalamnya benar-benar memuaskan dahaga para pecinta musik tanah air. SYNCHRONIZE FEST. ya, festival yang baru dua tahun berdiri ini cukup membuat mata para penggila musik meliriknya. Menggabungkan semua unsur menjadi satu. Lintas genre dan lintas generasi. Bayangkan  saja sore hari mendengarkan Dangdut, Folk, Jazz , Blues malam harinya langsung digempur Pop Punk, Metal, Reggae, SKA, EDM dan lain-lain.

 "Gue mau balikin duit tiket kalo acara ini ga keren" ujar salah satu orang dibelakang saya ketika antri membeli tiket.

 Waktu itu saya hadir hari sabtu, hari kedua acara. Daftar pengisi acara yang saya ingat adalah Burgerkill, Pee Wee Gaskins, Fourtweenty, Tohpati Bertiga, Hallo Dangdut, Deadsquad, Shaggy Dog, NTRL, Elepand Kind, Tony Q Rastafara, Steven Jeam, Indishe Party, Hellcrust, Feast, Bangkutaman, Barefood, Bin Idris, Float, Rollfast, Adhitia Sofyan, Jason Ranti, Iksan Skuter, Gugun Blues, Scaller,The Adams, Pesta Rap Reunion, Jogja Hip Hop Foundation dan dua legenda yang ditunggu-tunggu waktu itu Ebiet G Ade dan OM Pengantar Minum Racun ( PMR ) . Ini yang saya ingat sebenarnya masih banyak pengisi acara yang lain karena ada empat Stage dan satu Ruang khusus untuk musik Disco.

 Acara dimulai jam empat sore, waktu itu saya memilih menonton Indische Party, karna selain suka saya membawa CD untuk dilegalisir. Banyak tokoh-tokoh musik yang ilir mudik kesana kemari seperti Adib Hidayat ~ Pemimpin Redaksi Rolling Stone Indonesia, David Katro ~ Pemilik Demajors dan dua seniman asal Institut Kesenian Jakarta, Ricky Malau dan Jimi Multazham sang vokalis The Uptairs. Saya juga tidak lupa meminta legalisir dan berphoto ria bersama dia.


 Sebelum break magrib tiba para generasi muda asik bergoyang dari alunan Hallo Dangdut yang berisi kolaborasi musisi Rock seperti Andi /rif, Denada dan biduan-biduan seksi lainya. Break magrib saya isi dengan mondar-mandir melihat pernak-pernik, stand pakaian, stand minuman keras dan tentunya mengisi perut untuk tenaga konser berikutnya

Musisi legendaris yang ditunggu-tunggu pun tiba, Ebiet G Ade dengan gitar bolongnya naik panggung. Dia hanya butuh satu gitar untuk membuat ribuan mata khusyuk menikmati lagu demi lagu lawasnya. "Camelia" ,"Titip Rindu Buat Ayah" sukses membuat penonton yang didominasi remaja milenial bernyanyi bersama. Dan siapa sangka ditengah musik berjalan segerombolan pria berbatik datang memisah penonton,  Presiden Indonesia Bapak Joko Widodo berserta Ketua Badan Ekonomi Kreatif Bapak Triawan Munaf datang ditengah-tengah penonton. Usai menonton Ebiet G Ade para rombongan lanjut menuju Stage yang sedang menampilkan Deadsquad dan lanjut menuju Stage yang sedang mementaskan Shaggy Dog. Untuk pertama kalinya saya melihat langsung presiden yang gemar menonton sebuah pagelaran musik.

 Kelar para rombongan meninggalkan festival saya sibuk mondar-mandir stage NTRL, Elepand Kind, Tohpati Bertiga dan Steven Jeam menjadi pilihan tontonan berjam-jam.

   Sekedar catatan : Festival ini sangat berhati-hati dalam hal rundaw acara karena hampir semua pengisi acara tampil di waktu yang sesuai dan sangat amat mengutamakan kebersihan, tidak terlibat sampah berserakan dimana-mana.

  Semakin malam semakin ramai dan banyak musisi-musisi yang ilir mudik menonton sesama musisi. Tony Q Rastafara menjadi pilihan yang saya tonton. Lanjut Fourtweenty dan terakhir yang paling ditunggu-tunggu tampil pula. Orkes paling legendaris di Indonesia siapa lagi kalau bukan Orkes Moral Pengantar Minum Racun ( OM PMR ). Tua, muda, penggemar Rock, Metal, Punk, Jazz, Blues, Rap, Ballad, Rock and Roll campur menjadi satu dalam irama musik khas orkes ala PMR. Nomor-Nomor seperti "Tato atau Panu", "Menghadiri Resepsi", "Bintangmu-Bintangku". Membuat semua para penggemar musik lupa akan hari esok. Bahkan lagu paling fenomenal PMR yakni "Judul-Judulan" Sampai di bawakan dua kali.


 Sebuah festival yang tidak akan dilupakan oleh setiap pengujung dan akan terus dinantikan setiap tahunnya. Terima kasih Demajors. Terima kasih kalian kalangan Independent keren. Buatlah musik Indonesia berkuasa di negeri nya sendiri
Berphoto Bersama Jimi Multazham


Tidak ada komentar:

Posting Komentar