Jumat, 23 Februari 2018

Lima Hari Di Backstage Artis








Bulan maret 2016 mungkin menjadi salah satu bulan musik bagi saya. Selain karna Hari Musik Nasional jatuh pada tanggal 9 maret setiap tahunnya. Dua kali pula di bulan ini saya sibuk dengan acara atau event musik. Salah satunya yang saya akan bahas di artikel kali ini.

Karawang Clothfest 2016. Yap, ini adalah event besar yang saya sendiri masuk ke dalam jajaran panitia walau pun bukan panitia inti di dalamnya. Tapi disini peran yang saya pegang cukup signifikan. Yakni mengurusi semua tentang makanan dan minuman guest star atau Bintang Utama setiap harinya.

Sebuah event yang mengambil konsep dari event besar  Jakarta Clothing (Jacklot). Bisnis Clothing yang dipadukan dengan bisnis musik. Acara ini bisa dibilang cukup terkonsep karna dipersiapkan jauh-jauh hari dan merekrut banyak pihak pelaku industri musik Karawang  di dalamnya. Seperti kalangan musisi Karawang, komunitas musik, komunitas fans club, penyedia jasa sound engineering, penyedia jasa stage dan tenda , media patner, pengelola tempat kegiatan, pelaku bisnis clothing, master of ceremony ( MC ) , sampai remaja yang dianggap hits pada kala itu. Hampir semua yang terlibat adalah orang Karawang itu sendiri. Selepas dari Bang Iruf dan Bang Arie Dote yang waktu itu mewakili Trinalar Organizer sebagai pihak utama penyelenggaraan acara ini.

Saya juga melihat sendiri kinerja masing-masing pihak  dalam mempersiapkan bidangnya masing-masing. Awalnya saya juga tidak kepikiran bisa ikut andil di acara ini, ketika suatu hari mendapat telepon dari salah satu pencetus acara ini sendiri.

"Can gimana kabar lo? Bisa ketemu"

Kira-kira begitu hal yang diucapkan Bang Arie Dote waktu pertama menelepon saya untuk pertama kali setelah sekian lamanya tidak bertemu. Langsung saya jawab "Baik. Bisa bang, mau kapan?".

Ketika pertama jumpa, sekedar menanyai kabar masing-masing dan di lanjut traktiran makan malam. Langsung dia bilang. "Ada satu posisi di event ini yang masing kosong, gue pengen lo yang ngisi".  Langsung saja saya mengiyakan tawarannya tanpa pikir panjang posisi apa yang ditawarkan. Dan beberapa hari sebelum acara dia baru bilang bahwa posisi itu adalah mengurusi kebutuhan  makanan dan minuman guest star di setiap harinya. Saya langsung berpikir.

"Anjrit, bakalan satu stand terus bareng guest star setiap hari, wah seru nih".

Event ini berjalan lima hari. 2 sampai 6 maret 2016. Hari pertama berjalan mulus dengan Killing Me Inside sebagai bintang yang membuat lapangan Techno Mart di penuhi para Street Team yang menunggu Joesaphat dan lain-lain. Selama semua guest star ini tampil saya sibuk menyiapkan makanan dan minuman yang waktu itu saya sediakan nasi padang hangat di meja khusus guest star. Usai turun  panggung, banyak sekali fans yang ingin meminta photo bersama sampai-sampai gerai stand sampai terbuka. Satu stand dengan para bintang independen ini adalah pertama bagi saya sendiri dan sangat mengesakan. Bersikap kalem dalam satu ruangan dengan guest star yang memiliki fans banyak membuat saya sendiri bingung harus ngapain.

Kenapa begitu ? Karena tidak semua musisi bisa terbuka mengobrol dengan panitia acara.

Dari semua personil Killing hanya sang vokalis Vira Razak dan sang gitaris Josaphat yang sempat ngobrol hal-hal kecil tentang Karawang, selebihnya hanya asik dengan smartphone masing-masing.

Hari kedua giliran Pee Wee Gaskins sebagai band yang memiliki pengikut cukup banyak.   Beda band beda cerita. Hampir semua personil dapat saya dekati dan sukses membuat obrolan-obrolan ringan dengan mereka. Yang paling asik adalah sang drummer, Aldy Kumis yang sempat berphoto ria dengan saya.

Festival ini juga menampilkan banyak sekali band-band independen Karawang. Tidak terhitung berapa band indie yang menunjukkan taji nya di acara ini karena terdapat dua stage di acara yang waktu tampilnya hampir bersamaan.

Hari ketiga khusus bagi para Metalhead Karawang, Taring unit asal Bandung yang menjadi guest star untuk hari itu. Warna hitam-hitam sudah keliat sejak sore hari. Bagi para pecinta Metal, kedatangan Gebeg dan kawan-kawan bisa  menjadi ajang silaturahmi sesama pecinta genre musik keras tersebut.

Hari ke empat berganti untuk giliran pemuja genre Ska dan sejenisnya. Kuartet Legendaris Ska asal Kota Kembang, Don Lego menjadi band yang paling ditunggu-tunggu untuk menghentak alunan indahnya tepat pada malam minggu yang cerah itu.

Tidak terasa empat hari telah berlalu. Sudah beberapa band besar saya urusi semua kebutuhannya, sudah berapa teman baru yang saya kenal dan bertukar kontak person, sudah berapa obrolan seru terjadi, sudah berapa teman lama yang bertemu tidak sengaja di acara ini. Suatu hal yang sulit untuk terlupakan. Dan hati terakhir pun tiba. Pagi hari saya sudah ditelepon oleh bang Arie Dote.

"Can dimana lo? The Sigit bentar lagi mau sampe, lo harus udah disini sebelum mereka datang. Siapin semua makan dan minum Rekti sama kawan-kawan semua" ujar Bang Arie Dote di telepon. Langsung saja saya bergegas menuju lokasi acara. Dan benar, saya datang anak-anak The Sigit juga sudah datang. Makan minum langsung saya siapkan, tidak lupa beberapa pertanyaan untuk mereka ketika ada kesempatan untuk mengobrol.

Mungkin ini kebiasaan jurnalis yang masih kebawa ke diri saya. Menyiapkan beberapa pertanyaan kepada seorang tokoh atau publik figur agar obrolan terus berjalan menarik dan tidak keliatan bodoh tentunya.

Minggu sore para The Insurgent Army sebutan penggemar The Sigit sudah mulai ilir-mudik arena acara. Band idola nya untuk kali pertama tampil di Kota Karawang. Hari minggu bisa dibilang sebagai salah satu hari teramai setelah hari Rabu dan Kamis. Penyebab utamanya karena adanya The Sigit ini.

Namum sayang sejak sore awan menunjukkan  niat kurang bersahabatnya. Awan hitam nan gelap terus memutar-mutar langit-langit. Sialnya hujan mulai turun setelah waktu menunjukkan jadwal The Sigit tampil. Yang semula hanya hujan ringan, meningkat lebat dan meningkat lagi menjadi hujan angin. Pagar pembatas belakang stage pun sampai roboh. Dan parahnya lampu se-arena acara padam serentak. Hal ini pun disesalkan banyak pihak. Namun apa daya tidak ada yang bisa melawan kehendak alam. The Sigit pun batal tampil dan rumornya pihak penyelenggara atau panitia inti hanya mengganti uang tranportasi.

Kurang lebih nya acara Karawang Clothing 2016. Bagi saya pribadi amat sangat memberikan banyak pengalaman, ilmu, pertemanan dan tentunya nafkah untuk membeli beras di kontrakan. Semoga Karawang kedepannya bisa membuat acara serupa yang lebih gokil nan edan lainnya.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar