Selama gue bekerja sebagai kontributor di harian Karawang Bekasi Expres ( Jawa Pos), banyak sekali cerita menarik dan tentunya teman baru disetiap minggunya. Tapi mungkin ini pengalaman terbaik dari yang terbaik selama gue menjadi wartawan harian di media yang dulu bermarkas di belakang RS Dewi Sri Karawang.
Dari beberapa kedinasan yang berada di Karawang, mungkin hanya dua kedinasan yang sangat melekat dengan gue. Dinas Sosial dan Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup ( BPLH ), yang pertama gue sebut tadi menjadi cerita di tulisan kali ini. Kegiatan-kegiatan Dinas Sosial memang selalu membuat gue tertarik karna banyak hal sangat manusiawi disana.
Pemberdayakan pengamen-pengamen, Pekerja Seks Komersial, Pengemis, dan orang-orang kepinggirkan lainnya. Suatu kerjaan yang butuh kesabaran dan ketulusan khusus (diluar gaji pokok pns) yang mereka peroleh. Cerita berawal dari Pak Dani Sonjaya. Kepala bidang lapangan waktu itu yang menghubungi gue. "Kang can, minggu depan kita kedatangan tamu dari PSKW Jakarta, untuk kegiatan pemberdayaan psk". Tanpa pikir panjang gue langsung mengiyakan ajakan bapak Dani ini. Sekedar info : PSKW adalah singkatan dari Pusat Sosial Karya Wanita yang terletak di Pasar Rebo Jakarta. Lembaga ini langsung dibawahi oleh Kementerian Sosial. Ketua PSKW waktu itu bapak M. Ali Samantha.
Selang seminggu kemudian. Gue dateng sesuai waktu yang ditentukan di dinas sosial karawang. (Waktu itu sudah lengkap semua pegawai PSKW sekaligus kepala lembaganya). Maka ikutlah gue dengan rombongan menuju daerah Tempuran. Sekedar info : kegiatan ini adalah upaya dari Kementerian Sosial untuk mengurangi angka psk agar beralih profesi, kegiatan ini digelar selama hampir satu minggu. Dengan memberikan bantuan uang kes, perlengkapan memasak, keterampilan serta siraman rohani. ! Maka berkumpulah puluhan psk di satu titik. Tidak cuma perwakilan dinas, kepolisian dan tokoh agama juga di ikut sertakan. Maka terjadilah session tanya jawab tentang dunia bisnis esek-esek uduk uduk ini. Setau gue, gue satu -satunya wartawan yang hadir meliput. Lanjut dari Tempuran. Tim pskw menuju daerah pesisir Karawang, Pedes Jaya. Perjalanan yang melelahkan inipun gue lewati dengan sabar dan mencoba profesional. Lagi-lagi hal yang sama pun disematkan di daerah ini sama seperti daerah sebelumnya. Hal yang sangat baru bagi gue. Untuk menyaksikan di hadapan mata puluhan pekerja seks komersial di siang hari bolong. Bayangkan dari pagi kegiatan ini baru kelar sore sekitar pukul lima. Dan setelah itu gue dikejar-kejar deadline untuk mengetik agar berita ini bisa naik cetak besok pagi. (Oh iya. Selama acara ini digelar. Perwakilan dari dinas menginap di hotel Dewi depan RS Bayukarta). Besok harinya berita tentang kegiatan ini pun naik cetak, gue langsung bergegas mendatangi para pegawai PSKW yang jumlahnya enam orang ini dengan membawa koran hasil berita kemarin. Setelah ngobrol ngalur ngidul
Dengan mereka. Ternyata mereka berniat memantau langsung tempat prostitusi yang paling terkenal di karawang yakni Se'er. Tanpa pikir panjang gue langsung memberi jadwal besok malam untuk menemani pegawai-pegawai tingkat kementrian ini berjalan-jalan ria ke tempat yang sangat legendaris itu. Dan benar, besok malam ketika gue sampai di hotel mereka sudah siap untuk memantau langsung Se'er. Ketika sampai di tempat, Langsung saja gue ajak memutar-mutar bak seperti pria yang sedang mencari mangsanya. Sambil mengisap rokok yang tak henti hentinya putus dimulut. Gue mencoba setia menemani mereka meninjau langsung tempat ini. (Pengalaman yang unik mungkin tidak akan terulang lagi)
Selang sehari setelah memantau langsung Se'er bersama orang-orang intelektual ini. Acara penutupan kegiatan ini pun tiba. Para rombongan serta dinas sosial kembali memantau sejauh mana perubahan mental mereka. Rombongan dan gue pun kembali ke tempat yang sama. Tempuran dan Pedes Jaya. Sekedar memberikan salam perpisahan dan berswaa photo bersama. Disini pula gue mendapat kesempatan untuk mewawancarai salah seorang PSK daerah Pedes Jaya. Wawancara yang singkat namun berkesan.
Nama sengaja tidak gue sebutkan karna privasi seseorang. Seperti ini hasil wawancara tersebut :
Gue : Sudah berapa lama bekerja menjadi psk ?
Bunga : Kira-kira dua tahunan a.
Gue : Disini kebanyakan janda ya. Emang bener ?
Bunga : Iya a, soalnya pada ditinggal suaminya
Gue : Emang pada kemana suaminya ?
Bunga : Pergi ga mau nanggung hidup
Gue : Emang benar disini masih murah ya
Bunga : Iya a. Pasaran 50,70 sampai seratus. Rata-rata nelayan. Tukang ojek. Sama kuli
Gue : Oh. Murah bgt ya, kalo di kota udah besar teh
Bunga : Iya a. Saya juga tau. Kan disini semua di rolling. Jadi tuh dari sini nanti ke Tempuran terus ke rel kereta terus ke daerah sebelum Loji itu, muter aja. Biar ga bosen.
Gue : Oh gitu ya system kerjanya. Aa baru tau. Pernah coba buat dagang ?
Bunga : Pernah. Dagang bala-
Bala, cuma gitu kecil dapetnya. Palingan sehari 80 sampai seratus. Kalo misalkan sekali ngangkang udah bisa dapet segitu. Jadi mendingan ngangkang dari pada dagang
Gue : oh iya iya.
Bunga : Butuh a. Siapa lagi yang mau biayain saya sama anak saya
Gue : Iya iya teh. Saya paham. Disini asli karawang ya ?
Bunga : Engga a. Subang. Garut. Bandung. Karawang nya malah dikit.
Gue : oke gitu. Semoga habis kegiatan ini bisa ada jalan cari rejeki yang lain ya teh.
Wawancara ini gue lakukan di daerah Pedes. Dan boleh kalian percaya atau ga ? Gue melakukan wawancara ini di pinggir laut.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar